Tren Belajar Desain Grafis 2022
1. Desain Gaya 80 dan 90-an yang
tergolong ke dalam desain retro dan biasanya dipakai untuk desain web dan
poster untuk audiens yang lebih muda.
2. Desain Bertema Escapism yang
tampilannya kadang keluar dari kenyataan dengan karakter dan tata letak yang
berbeda dari gaya desain pada umumnya. Bisa diimplementasikan ke ilustrasi atau
komik.
3. Desain Frasurbane merupakan
gaya desain bertema 90-an dengan sudut pandang orang dewasa muda. Penggunaan
font serif serta warna kalem membuat tren ini sering disebut sebagai desain
gaya aesthetic.
Selain ketiga tren tersebut,
masih ada banyak tren desain grafis 2022 yang akan ramai digunakan, misalnya
desain anti-design, kombinasi 2D dan 3D,
serta social slide deck yang biasanya
dimanfaatkan untuk membuat konten carousel di Instagram.
10 Cara Belajar Desain Grafis
Lalu, bagaimana cara belajar desain grafis? Segera simak
informasinya berikut ini!
1.
Pahami dasar-dasar desain
Untuk membuat sebuah desain yang
bagus, desainer grafis perlu belajar berbagai elemen di dalam grafis. Beberapa
elemen tersebut mencakup pemilihan warna, tipografi, simbol, serta grid
system.
2.
Manfaatkan halaman pencarian atau Google
Kesulitan saat mendesain? Kamu
mungkin butuh bantuan. Jika memang menemui kesulitan, kamu bisa bertanya pada
orang-orang di sekitarmu yang lebih mengerti agar mereka bisa menolong. Namun
apabila kamu belajar secara otodidak, kamu bisa bertanya pada Google. Ketiklah
pertanyaan secara spesifik, sesuai dengan kesulitan yang kamu hadapi, agar kamu
mendapatkan jawaban sesuai keinginan.
3.
Kumpulkan desain yang menginspirasi
Cara belajar desain grafis
berikutnya adalah dengan mengumpulkan desain-desain yang menginspirasi atau
kamu anggap menarik. Sumbernya pun bisa bermacam-macam, mulai dari majalah
cetak, media sosial, hingga Pinterest atau Behance. Jika melakukan ini, kamu secara tidak langsung
mendapat inspirasi desain yang akan kamu buat di masa depan.
4.
Bedah proses desain
Setelah mengumpulkan desain,
selanjutnya kamu perlu membedah satu per satu desain tersebut, mulai dari warna
yang digunakan, simbol-simbol yang dimasukkan, hingga proses pembuatan
desainnya. Dengan rutin membedah desain, kamu akan semakin memahami desain grafis
lebih dalam. Selain itu, melakukan bedah proses desain juga bisa memungkinkan
kamu untuk memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk menghasilkan karya.
Terus bedah setiap desain agar otot-otot kreatif kamu bekerja.
5.
Buat ulang desain yang dianggap terbaik
Selanjutnya, cara belajar desain
grafis secara otodidak, yaitu membuat ulang desain yang kamu anggap terbaik dan
desain yang telah melalui proses pembedahan tadi. Pasalnya, setiap desain yang
bagus sebenarnya berawal dari banyak trial and error. Makanya, akan lebih
baik jika kamu mencoba membuat ulang desain-desain tersebut.
Selain itu, kamu juga bisa belajar
dan mengikuti tutorial desain yang kini banyak tersedia di YouTube atau situs
desain lainnya. Biasanya ada langkah-langkah simpel yang bisa kamu ikuti agar
lebih mudah belajar. Ingat untuk menguasainya kamu harus berproses, tidak bisa
instan. Kuncinya kamu harus tetap sabar dan terus berlatih.
6.
Pilih dan pelajari tools atau program desain
Untuk belajar desain grafis, kamu
perlu menguasai tools yang diperlukan untuk menunjang karier desain
grafis. Para desain grafis biasa memanfaatkan tools sebagai berikut
untuk membuat sebuah desain. Beberapa contoh di antaranya adalah Adobe
Photoshop, Adobe Illustrator, ataupun Corel Draw.
7.
Pelajari dengan benar dasar-dasar warna
Warna merupakan unsur yang tidak
kalah penting dalam belajar desain grafis. Warna dapat memberi makna dan tema
pada sebuah desain. Nah, untuk mendapatkan hasil karya yang menarik, pemilihan
warna tidak boleh asal. Biasanya, desainer akan membuat color
palette atau sekumpulan warna yang dipadukan, sehingga menghasilkan
kombinasi warna yang unik dan menarik.
8.
Membuat portofolio
Bagi seorang desainer grafis,
portofolio merupakan senjata untuk membantu mendapatkan proyek baru dari klien.
Melalui portofolio lah klien akan menilai kemampuan dan karakter desain yang
kamu miliki, apakah memang sudah sesuai dengan kebutuhan mereka. Hasil desain
kamu mungkin sudah bagus, tetapi hal tersebut akan percuma jika kamu tidak
dapat menyusunnya seefektif mungkin ke dalam portofolio.
9.
Ikuti komunitas desain grafis
Kekurangan belajar desain grafis
tanpa guru adalah sulitnya mendapatkan umpan balik yang memadai atas
desain-desain hasil karyamu. Padahal kamu bisa memperbaiki banyak hal melalui
umpan balik yang kamu dapatkan. Itulah sebabnya, bergabung dengan suatu komunitas
desainer grafis bisa menjadi tempat buatmu mendapatkan umpan balik yang
membangun.
10.
Buka diri untuk kritik dan saran
Dalam
proses belajar desain grafis, kamu wajib membuka diri dan bersiap dengan kritik
dan saran. Hal ini mengingat bahwa desain grafis yang baik itu biasanya
tergantung selera. Cobalah untuk memperlihatkan hasil karyamu ke orang lain dan
mintalah feedback dari mereka. Semakin banyak kritik dan saran yang kamu
terima, semakin cepat kamu berkembang.







0 komentar:
Posting Komentar